Club Cooee

Rabu, 28 September 2011

Tips Menjaga Kebesihan Gigi Balita

Para dokter gigi sekarang lebih banyak memberi tekanan pada pencegahan. lni karena sudah terbukti bahwa gigi busuk, berlubang, dan berbagai masalah lainnya bisa dihindari di usia berapa pun. Dengan kebiasaan membersihkan gigi teratur dan pemeriksaan gigi rutin, gigi dapat tetap sehat dan kuat sepanjang hidup

Kebanyakan dari jutaan kuman di mulut kita tidak berbahaya. Kuman-kuman yang ada pada plak dan menyebabkan pembusukan gigi, senang memakan gula (khususnya gula halus) dan mengeluarkan asam ketika makan. Asam inilah yang menyerang gigi.

Daya pembersih air liur
Saat mengunyah, kita memproduksi air liur yang memiliki fungsi membersihkan mulut. Jika kita memberi anak makanan kecil yang renyah seperti seledri atau wortel, produksi air liur meningkat tapi kandungan asam di mulut tetap. Permen karet yang tidak mengandung gula juga efektif untuk mengurangi dampak serangan asam dari makanan.

Apa itu pembusukan?
Gigi memiliki banyak sumber alami untuk melindunginya dari pembusukan, tetapi berbagai pertahanan ini bisa diruntuhkan dengan mudah jika kondisinya tepat. Pembusukan disebabkan oleh asam yang menggerogoti permukaan gigi. Begitu serangan asam dari asam menembus email, bagian dalam gigi yang lebih lunak dan rentan bagian dalam gigi diserang, menciptakan lubang pada gigi. Bagian dalam gigi lebih mudah hancur dari pada email, maka begitu asam mencapainya, kerusakan terjadi dengan cepat. Lubang bisa kelihatan di permukaan atau mungkin tersembunyi di antara dua gigi sehingga sulit terdeteksi tanpa menggunakan sinar X.

Pada akhirnya, pembusukan akan mencapai syaraf gigi, saat itulah pembusukan terasa sakit. Pada tahap ini, gigi pasti memerlukan pengobatan dokter gigi. Begitu ada lubang, menyikat gigi saja tidak cukup lagi untuk memecahkan masalah. Pembusukan pada gigi bisa menyebabkan infeksi karena kerusakan jaringan syaraf. lni terjadi begitu jaringan syaraf mati karena pembusukan gigi.

Apa penyebabnya?
Plak adalah penyebab utama pembusukan gigi. Bahan lengket alamiah ini terbentuk terus-menerus pada gigi. Usapkan lidah pada gigi dan akan terasa adanya lapisan yang agak kasar pada permukaannya. Itulah plak.

Plak terdiri dari sel-sel mati, serpihan kecil makanan, bakteri, jasad renik, dan bagian lengket dari ludah yang disebut mucin (sejenis glikoprotein atau senyawa protein dengan karbohidrat dalam cairan tubuh, seperti air liur, lendir, getah lambung, dan sebagainya). Kita bisa menghilangkan plak dengan menyikatnya pelan-pelan. Sayangnya, plak tahan air. Karena itu, air saja tidak akan mampu menggesernya. Plak terdiri dari jutaan bakteri, dan ketika bakteri-bakteri ini bersentuhan dengan sukrosa gula di mulut, asam terbentuk dalam hitungan detik. Asam inilah yang menyerang email gigi, dan jika dibiarkan meneruskan serangan, asam itu akhirnya menciptakan lubang.

Jika plak tidak disingkirkan, plak tersebut akan mengeras dalam waktu 2-12 hari. la membentuk bahan yang disebut kalkulus di sepanjang gusi. Ini tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi dan harus ditangani oleh dokter gigi atau ahli kesehatan yang akan menggunakan alat khusus untuk menyingkirkannya.

Berikut adalah tanda-tanda yang bisa membuat kita waspada terhadap pembusukan dalam gigi atau gusi anak.
• Kepekaan terhadap benda-benda panas, dingin, dan manis.
• Rasa sakit yang terjadi secara spontan dan bisa membuat anak terjaga pada waktu malam.
• Lubang dan celah yang menghitam.
• Lubang pada gigi.

Penyakit periodontis
Radang gusi adalah tanda paling sederhana dari penyakit periodontis, bahkan lebih umum dari pembusukan gigi. Namun karena pada tahap awal tidak sakit, penyakit ini sering diabaikan oleh orang dewasa. Penyakit ini disebabkan oleh pengumpulan plak pada gigi. Gusi bereaksi dengan menjadi merah dan bengkak.

Dalam jangka panjang, penyakit periodontis bisa menyebabkan gigi tanggal, karena struktur tulang dan serat yang memegang gigi pada tempatnya melemah dan menjadi longgar. Beberapa anak misalnya mereka yang miliki sindrom Down lebih cenderung terkena penyakit periodontis. Selain itu ada beberapa kondisi langka yang menyebabkan kerusakan dini pada struktur pendukung gigi Jika kita memilikl kebiasaan menyikat gusi dan gigi anak, kecil kemungkinan dia mengalami masalah dengan penyakit gust Gejala paling jelas adalah gusi berdarah, walau mungkin tampak mengkhawatirkan, ini bisa dibersihkan dalam waktu dua hari dengan menyikat gigi secara hati-hati. Kita perlu mengunjungi dokter gigi secepatnya jika menduga anak memiliki penyakit gusi

Cara mencegah pembusukan gigi
Pencegahan pembusukan tergantung pada beberapa faktor. Dua faktor terpenting adalah menyikat secara teratur untuk menghindari penumpukan plak, serta memastikan bahwa kita memberi anak makanan dan minuman yang sehat. Kita juga perlu mengunjungi dokter gigi secara teratur sebagai bagian dari kegiatan rutin keluarga.

1. Menyikat
Cara paling sederhana untuk mencegah pembusukan adalah dengan menetapkan kegiatan rutin menyikat gigi dua kali sehari Tujuannya adalah menghilangkan plak dari gigi. Bila menyikat gigi, jangan lupa menyikat daerah sekitar gusi untuk menghilangkan plak di area itu. Benang khusus untuk membersihkan celah di antara gigi tidak tepat digunakan untuk anak.

Penting sekali untuk menyikat gigi anak pada saat terakhir di waktu malam. Setelah itu, jangan memberinya makanan kecil atau minuman lagi selain air.

Bayi suka yang manis?
Berhatih-hatilah bila memperkenalkan bayi dengan makanan padat berilah makanan tidak manis agar tidak mendorong kegemaran pada makanan manis. Periksalah kandungan gula yang tertera pada kemasan makanan olahan untuk bayi. Lebih baik lagi siapkan dan masaklah bubur kental sendri agar kita tahu pasi apa saja yang ada di dalamnya. Bayi tidak membutuhkan gula (atau garam) pada makanan mereka.

2. Pola makan yang baik
Apa yang dimakan dan diminum oleh anak berdampak pada kesehatan giginya. Gula dalam makanan itulah yang membantu membentuk asam yang merusak gigi. Gula yang berbahaya terutama adalah gula sukrosa, seperti yang terdapat pada makanan olahan, permen, dan hue. Gula sukrosa lebih mudah dihancurkan di dalam mulut.

Kuncinya adalah menjalankan waktu makan tiga kali secara teratur untuk menghindari makanan kecil dalam keseharian anak. Kita pedu memberi selang waktu panjang di antara jam makan. Selang waktu ini rnembuat asam yang terbentuk selama waktu makan ternetralisir. Ini membantu membalikkan efek penghilangan mineral pada email gigi yang disebabkan oleh asam. Makan teratur bersama keluarga sulit dilakukan, tetapi dapat membantu membangun waktu makan yang teratur.

Dalam praktiknya, sulit bagi anak batita untuk tidak makan dalam jangka waktu lama dan sebagian besar ahli kesehatan akan menyarankan sejumlah kudapan sehat sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sedang bertumbuh. jadi, jika anak harus makan di antara makanan utama, pastikan bahwa kita memberi makanan yang tidak akan menghancurkan giginya misalnya roti atau keju dan pastikan setelah itu dia mencuci mulutnya dengan air.

Permen dan cemilan
Permen harus dianggap sebagai suguhan sekali seminggu. Biskuit coklat harus dianggap sebagai permen juga, diberikan sekali seminggu. Hendaknya kita menyadari berapa lama mulut anak dipenuhi cairan yang mengandung gula. Misalnya, jika dia menghisap sekantong permen, kemungkinan dia membutuhkan waktu dua jam atau lebih sebelum menghabiskan kantong itu. Selama itu, giginya pun terlapisi gula. Di sisi lain, sepotong kecil coklat proses memakannya lebih cepat dan sisanya di mulut Akan mencair dan dilarutkan oleh air liur dalam mulut. Pastikan anak rnembersihkan giginya segera setelah itu.

3. Mewaspadai minuman
Apa yang dimakan anak bukan satu-satunya sumber asam berbahaya. Apa saja yang diminumnya, selain air, juga berbahaya. Bahkan susu pun mengandung laktosa, gula alamiah yang membentuk asam jika terlalu lama bersentuhan dengan gigi. Itulah sebabnya, penting sekali untuk tidak membiarkan bayi atau anak batita menyusu dari payudara atau botol saat tidur. Ada bentuk pembusukan gigi yang dikenal secara luas, disebut rampant caries. Ini merupakan akibat langsung dari menghisap botol atau payudara terlalu lama. Untuk melindungi gigi anak, kita harus bertekad untuk menghentikan pemberian susu dari payudara atau botol saat bayi berusia sekitar setahun. Dengan alasan yang sama, jangan memberi sesuatu.

Gula yang tersembunyi.
Dengan mewaspadai kandungan gula pada makanan sehar-hari, kita akan mampu menaksir berapa banyak dan berapa seringnya anak kita rnengkonsumsi gula. Banyak makanan mengandung gula tidak mencantumkan namanya dengan jelas. Sukrosa (sucrose), maltosa (maltose), dekstrosa (dextrose), dan fruktosa (fruktose) adalah nama lain dari gula yang lebih sering dicantumkan. Waspadailah pula campuran gula yang tersembunyi dalam obat-obatan. Mintalah apoteker untuk memberikan obat anak yang tidak mengandung gula jika memungkinkan.

4. Mengunjungi dokter gigi
Biasakan anak mengunjungi dokter gigi sejak awal dan lanjutkan mengunjungi dokter gigi dua kali setahun. Ini berarti setiap masalah atau perubahan pada gigi anak dapat diketahui dan diobati dengan cepat sebelum menjadi serius. Keakraban juga membuat anak tidak akan takut pergi ke dokter gigi saat dia besar. Seorang dokter gigi yang ramah terhadap anak memiliki banyak cara sederhana untuk menenangkan anak – misalnya dengan memberi stiker atau mewarnai kuku-kukunya dengan pewarna kuku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

footer widget