Club Cooee

Rabu, 21 September 2011

Indikator Tumbuh Kembang Anak

Sebenarnya. untuk meramal pola tumbuh kembang individu tidak terlepas dari indikator tumbuh kembang yang dimiliki individu bersangkutan. Indikator tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Kondisi keluarga
Peran keluarga sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak akan mewarisi sifat-sifat khusus dari orang tuanya. Anak yang dilahirkan dalam keluarga seniman akan memiliki bakat seni, anak yang dilahirkan dalam keluarga teknokrat akan handal di bidang teknologi, anak yang dilahirkan dalam keluarga berjiwa politik, cenderung akan memiliki jiwa politik yang tinggi.

2. Nutrisi ( gizi)
Anak yang memperoleh asupan makanan yang bergizi, proses pertumbuhan dan perkembangannya lebih baik dibandingkan dengan anak yang kekurangan gizi.

3. Perubahan emosional
Emosi akan menyebabkan produksi hormon adrenalin meningkat. Akibatnya. produksi hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari akan terhambat.

Pertumbuhan anak yang cenderung serius dengan emosi yang labil akan terlambat dibandingkan dengan anak-anak yang penuh dengan keceriaan.

4. Jenis kelamin
Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan anak perempuan pada usia 12-15 tahun, karena jumlah tulang dan ototnya lebih banyak. Akan tetapi jenis kelamin bagi anak 0-1 tahun belum menunjukkan perbedaan yang nyata karena sistem hormonalnya belum tumbuh dengan baik.

5. Suku bangsa
Suku bangsa akan mempengaruhi variasi ukuran tubuh individu. Anak-anak Amerika lebih besar dan tinggi dibandingkan dengan anak-anak Indonesia. Fisik anak kulit hitam lebih kuat dibandingkan dengan anak-anak kulit putih.

6. Intelegensi
Anak-anak dengan intelegensi tinggi cenderung memiliki tubuh lebih tinggi dan berat badan yang lebih besar dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki intelegensi rendah.

7. Status sosial ekonomi
Tubuh anak yang dibesarkan dalam kondisi sosial ekonomi yang kurang, cenderung akan lebih kecil dibandingkan dengan anak-anak yang kondisi sosial ekonominya cukup terjamin.

8. Tingkat kesehatan
Anak yang dibesarkan dengan tingkat kesehatan yang baik dan jarang sakit akan tumbuh lebih balk dibandingkan dengan anak yang sering sakit-sakitan.

9. Fungsi kelenjar hormon thyroxin
Jika fungsi kelenjar hormon normal. pertumbuhan pun akan normal. Jika individu mengalami kekurangan (defisiensi) hormon thyroxin akan menyebabkan kekerdilan (kreatisme). Sebaliknya, jika kelebihan hormon akan bertubuh raksasa (gigantisme).

10. Keadaan dalam kandungan ibu
Jika ibu hamil merokok. selalu stres, atau asupan gizi janin kurang akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan anak, khususnya pada tahun-tahun pertama pertumbuhannya.

11. Postur badan
Postur tubuh manusia berdasarkan berat dan tingginya diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok, yaitu ectomorphic atau tinggi besar (contoh bangsa Eropa), mesomorphic atau sedang-sedang saja (contoh bangsa Indonesia), dan endomorphic atau pendek kecil (contoh bangsa Jepang). Anak mesomorphic lebih besar dibandingkan endomorphic dan ectomorphic karena tubuhnya lebih besar dan lebih tinggi.

Untuk lebih memahami proses pertumbuhan dan perkembangan anak di awal kehidupannya, mengenai perubahan-perubahan yang terjadi, baik perubahan fisik maupun mental. Namun, perubahan fisik dan mental yang terjadi pada usia dini tidak bervariasi. Perkembangan fisik dan mental antara usia dini dan dewasa sangat berbeda karena pada usia dini pengaruh luar lebih sedikit, sedangkan pada usia dewasa pengaruh lingkungan luar cenderung lebih dominan.

Contohnya :
1. Mutu gizi yang dikonsumsi bayi tergantung sepenuhnya pada orang tua karena selera/keinginan akan jenis makanan tertentu belum nampak. sedangkan pada orang dewasa mutu gizi yang dikonsumsi tergantung dari kesukaannya pada makanan tertentu. Bisa jadi makanan yang disukai (misalnya es, permen, dan mie ) tidak cukup bergizi untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Kesukaan makanan ini dipengaruhi oleh iklan di media massa atau karena pengaruh pergaulan.

2. Perkembangan mental pada usia dini hanya ditentukan oleh keluarga, sedangkan pada usia dewasa pengaruh global sangat dominan seperti TV, radio. Internet, dan film. Bagi anak usia 0-1 tahun perhatian keluarga sejak dini dalam merawat dan mengarahkan anak sangat menentukan mental anak di masa mendatang. Sedangkan, adegan kekerasan yang ditampilkan melalui layar televisi tentu belum dapat dicerna oleh anak usia 0-1 tahun televisi.

Beberapa perubahan fisik yang terjadi, meliputi perubahan tinggi badan. berat badan, komposisi penyusun tubuh, peningkatan massa tulang, dan jaringan otot. Perubahan mental meliputi daya ingat. daya khayal, analisis sebab akibat. persepsi. imajinasi, dan kreativitas. Cara mengetahui perubahan mental anak usia 0-1 tahun misalnya, anak yang kreatif dan imajinatif maka akan lebih aktif bermain dengan mainannya dibandingkan dengan anak yang kurang kreatif dan imajinatif. Demikian pula anak yang daya ingatnya baik akan lebih responsif dan aktif dalam menerima sesuatu dari luar dirinya. Anak yang daya analisis sebab akibatnya baik. maka akan lebih toleran terhadap larangan yang diberikan orang tuanya apabila hal itu akan membahayakan dirinya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

footer widget