Club Cooee

Senin, 26 September 2011

Luas Hutan Di indonesia

Luas Hutan Di Indonesia
Hutan di Indonesia adalah sangat luas yaitu mencapai hampir 66% luas daratan Indonesia (data Tahun 1991). Dengan demikian kegiatan pengurusan hutan mempunyai pengaruh dan dampak yang besar terhadap pengelolaan sumber daya air.

Penggundulan Hutan
Dari Tahun 1991, periode reformasi sampai saat ini telah terjadi penggundulan yang luar biasa, pencurian pohn di Jawa Tengah yang meningkat tajam sjak 1998 dan menurun tahun 2000 setelah pohonnya berkurang atau habis.

Dua contoh lokasi terjadi peuggundulan hutan (pencurian kayu) di Jambi (P. Sumatra) dan Jawa Tengah (P. jawa) tersebut, menunjukkan bahwa akibat adanya perubahan politik Tahun 1998 yang disebut perubahan ke era reformasi teenyata menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap kondisi hutan (alam). Saat itu orang babas berekspresi, bebas melakukan apa saja termasuk penjarahan hutan yang luar biasa.

Dampak nyata daripencurian kayu (pengundulan hutan) di Jama Tengah terutama terjadi di Perum Perhutani Unit 1 Jateng. Seperti telah diuraikan dalam Sub-Bab 2.2.1, Gambar 2-2 dan Tabel 2-1. Dari data bencana banjir Tahun 2000 dan data Tahun 2003, bencana banjir Kudus naik dari rangking 2 ke rangking 1.

Dari uraian tersebut perlu dilakukan kajian data kahutanan yang sesungguhnya saat ini (existing), dibandingkan dengan data Tahun 1991. Data Tahun 1991 dan data saat ini penting untuk penataan ruang dan pebggelolahan sumber daya air.

Manfaat Hutan
Hutan memiliki manfaat yang nyata bagi kehidupan dan panghidupan, baik manfaat ekologi, sosial budaya maupun ekonomi, secara seimbang dan dinamis. Dalam kedudukannya sebegai satu penentu sistem penyangga kehidupan, hutan telah memberikan manfaat yang besar bagi umat manusia, dan karena itu harus dijaga kelestariannya. Hutan mempunyai peranan sebagai penyerasi dan penyeimbang lingkungan sehingga keterkaitannya dengan dunia internasional rnenjadi sangat penting, dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional (UU No 41 Tahun 1999).

Penutupan hutan / forest cover (Lee, 1980) terhadap fenomena iklim dan air:
• Dihargai oleh orang kuno dan kini juga orang awam.
• Hutan rnemberi naungan.
• Hutan memperlunak ekstrim-ekstrim suhu,
• Hutan mengurangi serbuan angin, debu dan suara.
• Hutan mengintarsepsi fraksi hujan (dan salju).
• Hutan menghambat salju meleleh.
• Hutan mengurangi limpasan permukaan.
• Hutan mengurangi erosi tanah.
• Hutan mengurangi pengeringan permukaan.
• Hutan meningkatkan kelembaban nisbi.
• Lingkungan Hutan sering dikaraterisasikan “Menyenangkan, Damai, Indah Dan Sehat”.

Pada abad pertengahan dan Abad Renaissance pendirian hutan lindung dimaksudkan untuk (Lee, 1980):
• Mengendalikan tanah longsor.
• Mengendalikan aliran air gunung yang deras.
• Mengendalikan pasir yang bepindah.
• Mengendalikan erosi.
• Mengendalikan pelumpuran.

Penebangan Hutan oleh kolonis-kolonis Amerika telah mengakibatkan (Kittredge. 1948 dalam Noah Webster, 1799):
• Angin dan cuaca musim dingin lebih beragam.
• Musim gugur menggeser musim dingin.
• Musim semi menggeser musim panas.
• Salju kurang permanen.

Akhir Abad XIX dinyatakan bahwa aliran sungai diatur oleh penutupan lahan di mana pernyataan tersebut mempunyai banyak pendukung dan banyak penentang.

Pada Tahun 1927, Zon menyatakan bahwa pengaruh hutan terhadap pasokan air ke dalam sungai-sungai dan keteraturan alirannya adalah yang terpenting dalam ekonomi manusia.

McPherson dkk. (2005) melakukan studi perbandingan manfaat (benefit) dan biaya (cost) hutan kota di lima kota di Amerika Serikat yaitu: 1) Fort Collins; 2) Cheyenne: 3) Bismarck; 4) Berkeley; 5) Glendale.

Ada 5 Parameter yang dipakai untuk analisis tersebut, meliputi:
• Penghematan energi: perubahan-perubahan dalam pemakaian energi bangunan karena bayangan pohon.
• Reduksi CO2 di Atmosfir.
• Manfaat-manfaat kualitas udara.
• Reduksi aliran permukaan dari air hujan.
• Astestik dan manfaat-manfaat lain:
o Keindahan. o Kenyamanan suatu tempat.
o Privasi. o Kesehatan/kesejahteraan.
o Habitat kehidupan binatang.

Hasil dari studi ini ditunjukkan dalam variabel Nilai-Nilai Penting Relatif (Relative Important Value/IV) untuk 5 spesies pohon. Sedangkan manfaat dan biaya tahunan rata-rata pertahun per pohon dalam tiap kota dan BCR ditunjukkan dalam Gambar 5-64

Kesimpulan dari studi ini adalah sebagai berikut :
• Walaupun tak selamanya benar, hutan kota merupakan sumber daya dinamis dan aset penduduk yang berharga.
• Pengukuran pelayanan ekologis yang dihasilkan dari pohon-pohon di kota menunjukkan secara mendasar akan adanya hubungan target dari upaya-upaya manajemen dengan peningkatan manfaat dan pengendalian biaya.
• Biaya/Cost. S13-65 per tahun per pohon (lihat Gambar. 5.64).
• Manfaat/Benefit: S 31-81 per tahun per pohon (1ihat Gambar 5.64)
• Untuk tiap dolar investasi dalam manajemen didapat BCR yang cukup tinggi yaitu antara 1,39-3,09 (lihat Gambar 5.64b).
• Hasil dari studi di lima kola ini tidak dapat digeneralisasi di kota lain karena variasi dan dinamika antara kota-kota adalah tinggi. Namun dapat merupakan contoh untuk melakukan rencana kegiatan yang sama untuk kota yang lain.

Evolusi cdan prospek penilaian hutan secara global adalah (Holmgren and Persson, 2002)
• Penilaian-penilaian hutan global bergemk menuju sasaran manfaat yang dengan jangkwan yang banyak dari hutan clan number days pohon.
• Suatu penilaian hutan global harus mengarah pada semua manfaat dari hutan mulai dari diversifikasi biologik sampai pohon pulp dan tak hanya sumber daya pohon dan hutan secara biofisik namun juga manajemen sumber daya dari pemanfaatan sumber daya tersebut.

Untuk evolusi dan prospek penilaian hutan, Holmgren and Persson (2002) menyimpulkan :
• Penilaian hutan global secara kontinyu terus berkembang.
• Dalam kaitan dengan platform generik yang mengarah pada semua manfaat dari sumber daya hutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

footer widget