Club Cooee

Selasa, 25 Oktober 2011

Gangguan Hormon Pada wanita

Kehidupan reproduksi dan tubuh wanita dipengaruhi hormon. Hormon ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada tiga hormon panting yang dimiliki wanita, yaitu estrogen, progesteron, dan prolaktin. Estrogen berfungsi untuk perkembangan sifat seksual wanita. Dipengaruhi oleh perkembangan folikel sedangkan perkembangan folikel dipengaruhi oleh kadar follicle stimulating hormone (FSH). Progesteron berfungsi untuk persiapan hamil yang dipengaruhi oleh perkembangan korpus luteum akibat ovulasi karena kadar luteinizing hormone (LH). Kadar FSH maupun LH berasal dari gonodrophine releazing hormone (GnRH) yang ada di hipotalamus dan hiposifis di otak Berbeda dengan progesteron. prolaktin merupakan hormon untuk persiapan menyusui. Kadar akan semakin tinggi ketika saat hamil dan menyusui. Selain ketiga hormon tersebut wanita juga memiliki hormon yang berperan seperti sifat seksual pria. walaupun kadarnya rendah. yaitu hormon androgen.

Peranan hormon memang sangat panting bagi kehidupan reproduksi wanita. tetapi jika mengalami gangguan pada hormon tersebut maka dapat menyebabkan beberapa gangguan pada fungsi tubuh lainnya. Oleh karena itu sebaiknya Anda mengetahui lebih lanjut mengenai gangguan hormon ini.

Jenis Dan Penyebab
Ada beberapa jenis gangguan yang disebabkan oleh hormon. Di antaranya, gangguan perkembangan sel telur. gangguan ovulasi, gangguan haid, gangguan reproduksi. keluarnya air susu sebelum waktunya, dan munculnya sifat kelaki-lakian.

Gangguan perkembangan sel telur
Terjadi akibat kadar FSH yang tinggi sehingga mempengaruhi perkembangan foIikel, sedangkan folikel merupakan kantung yang berisi sel telur. Hal ini menyebabkan sel telur tidak matang untuk dibuahi.

Gangguan ovulasi
Terjadi akibat kadar LH yang tinggi,folikel tidak dapat pecah meskipun sel telur sudah cukup berkembang. Akibatnya.ovulasi tidak terjadi, ketika sel sperma masuk, tidak terjadi pembuahan. Ovulasi adalah pematangan sel telur yang ditandai dengan pecahnya folikel.Sebelum ovulasi.untuk terjadi pembuahan.sel telur juga harus berkembang.

Gangguan haid
Disebabkan ketidakseimbangan FSH mau LH sehingga kadar estrogen dan progesteron tidak normal. Biasanya.gangguan haid yang sering terjadi adalah siklus haid yang tidak teratur atau jarang. dan pendarahan yang lama atau abnormal. Termasuk akibat sampingan yang ditimbulkannya, seperti nyeri perut, pusing, mual atau muntah.

Gangguan reproduksi
Hal ini disebabkan ketidakseimbangan hormon. Gangguan reproduksi yang biasa terjadi, misalnya Kista endometriosis yang banyak dialami wanita, yang memiliki kadar FSH dan LH tinggi.

Keluarnya air susu
Hal ini tidak wajar jika terjadi pada wanita yang tidak sedang hamil atau menyusui.Biasanya, disebabkan oleh kadar prolaktin yang tinggi sehingga pada payudaranya mengeluarkan air susu. walaupun tidak banyak. Biasanya wanita tersebut juga tidak atau jarang mengalami haid. misalnya tiga bulan sekali.

Sifat kelaki-lakian
Dapat muncul pada seorang wanita akibat tingginya kadar hormon androgeo Hal ini bisa terjadi karna fungsi tubuh tertentu yang terganggu atau faktor genetik.misalnya, pada penderita polikistik ovarium sindrom, yaitu keadaan sel tidak berkembang, siklus haid lama, dan tumbuh banyak rambut di kak!.

Gangguan-gangguan hormon yang terjadi tersebut muncul karena berbagai penyebab. Di antaranya, adanya gangguan atau kerusakan organ reproduksi, disfungsi ovarium, polip, adenomiosis, kanker, gentik, diet katat dan kegiatan fisik yang berlebihan, obat-obatan, alas kontrasepsi, dan stres.

Gangguan atau kerusakan organ reproduksi
Jika indung telur mengalami kerusakan atau gangguan, fungsinya pun akan terganggu Hal ini juga akan mempengaruhi produksi estrogen don progesteron serta kadar FSH dan LH dalarn tubuh sehingga mempengaruhi indung telur dan perkembangan sel telur serta ovulasi. Kerusakan atau gangguan indung telur ini dapat berupa adanya kista indung telur, adenomiosis, tumor. dan kanker.

Disfungsi ovarium
Seperti kegagalan fungsi ovarium, onovulation (tidak terjadi proses pelepasan telur) dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang akhirnya terjadi menoragia (haid dengan pendarahan yang berlebihan). Kista ovarium juga dapat menjadi salah satu penyebabnya. Yang ditandai dengan timbulnya kantung-kantung cairan di dalam atau di atas ovarium yang terkadang menyebabkan keridaknormalan menstruasi termasuk menoragia.

Polip
Teriadi pada dinding uterus sehingga dapat menyebabkan pendarahan menstruasi dengan waktu lama.Biasanyepolip dari uterus muncul pada wanita usia produktif yang rnenghasilkan kelebihan hormon dan menyebabkan pendarahan yang tidak terkait dengan menstruasi.

Adenomiosis
Terjadi ketika kelenjar dari endometrium melekat pada otot uterus sehingga terjadi pendarahan hebat dan nyeri perut. Hal ini sering terjadi pada wanita yang telah mempunyai beberapa anak. Walaupun kanker jarang ditemukan. tetapi kanker pada alat reproduksi wanita dapat menyebabkan menoragia. Kanker uterus. kanker ovarium, dan kanker leher rahim dapat menyebabkan pendarahan berlebih saat menstruasi.

Genetik
Adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan mempengaruhi penyampaian pengeluaran hormon seks dalam sel, Kemungkinan lain, berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.

Diet ketat den kegiatan fisik terialu berlebih
Diet ketat dapat. mempengaruhi gangguan hormon karena makanan dapat menyebabkan asupan zat-zat gizi kurang atau kelebihan sehingga mempengaruhi hormonal tubuh.Selain itu, kegiatan fisik yang tidak seimbang pun dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Obat-obatan dan alat KB IUD
Obat-obatan untuk penyakit kontrasepsi hormonal. dan narkoba memiliki pengaruh terhadap hormon tubuh. Efek samping alat KB IUD juga sering menimbulkan pendarahan menstruasi yang hebat.

Stres
Tanpa disadari, wanita sering mengeluhkan haid tidak teratur ketika sedang stres.

Tidak diketahui sebabnya
Pada beberapa wanita.gangguan atau ketidakseimbangan hormon tidak diketahui sebabnya Hal ini diketahui dari berbagai pemeriksaan tubuh tidak ditemukan kelainan pada organ tubuh atau reproduksi.

Apa yang Harus Anda Waspadai?
Gangguan hormon dapat mengangu aktivitas harian. Oleh karena itu sebaiknya gejala-gejala gangguan horrnon diketahui sedini mungkin agar pengobatannya tidak terlambat.

Berikut ini beberapa gejala gangguan hormon yang dapat Anda pahami,

Siklus haid
Ovulasi yang jarang atau tidak ada sama sekali dapat dilihat dari siklus haid yang terlalu pendek, terlalu panjang atau tidak teratur bahkan tidak haid sama sekali.Namun,terkadang gangguan ovulasi tidak bisa dilihat dari siklus haid bulanan saja.Perlu melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahuan hal itu.

Nyeri
Bagian perut bawah terasa nyeri atau sakit selama masa menstruasi.Lakukan pemeriksaan hormonal.

Suhu basal badan (SBB)
Hal ini agak sulit mengenalinya karna tidak semua wanita mempunyai kepekaan yang sama soal suhu tubuh.Apalagi untuk gangguan hormon. peningakatan suhu ini tidak signikkan,yaitu sekitar 0,5°C saja.

Jika gangguan hormon initerjadi, akan menimbulkan efek di tubuh. Di antaranya, infertilitas atau sulit hamil nyeri hebat atau kram perut, pendarahan berlebihan saat rnenstruasi yang sering disertai dismenorea. (kram & nyeri pada perut bagian bawah yang menyertai menstruasi dan anemia yang disebabkan pendarahan yang berlebihan setiap haid sehingga mempengaruhi suplai sel-sel darah merah tubuh.

Bagaimana Cara Menangani dan Mencegahnya?
Seringkali gangguan atau ketidakseimbangan hormon baru diketahui setelah terdeteksi adanya ketidaknormalan pada sistem reproduksi, misalnya siklus haid dan sulit hamil. Oleh karena sulit untuk mengantisipasi hal ini, kecuali segera melakukan pemeriksaan begitu merasakan adanya gangguan atau ketidaknormalan pada sistem reproduksi.

Sebelum melakukan pengobatan, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu.Ada beberapa pemeriksaan yang bisa mendeteksi adanya gangguan hormon atau ovulasi, yaitu USG, laparoskopi dan sitologi vaginal, biopsi endometrium, serta getah serviks. Namun, untuk segi kepraktisan bisa dilakukan pemeriksaan darah. Untuk hasil akurat.darah akan diambil pada hari-hari tertentu siklus haid tergantung pemeriksaan hormon yang ingin diketahui.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, akan dipertimbangkan kebenaran pengobatannya. Bisa hanya mengubah gaya hidup, minum obat oral. atau suntik. Pada gangguan hormon dengan kadar yang rendah, pengembalian fungsi hormonal tubuh bisa cukup dengan gaya hidup sehat. Namun, pada gangguan hormonal tertentu tindakan pemberian obat suntik dengan kadar tinggi sekalipun. sering tidak memberikan hasil yang memuaskan, bahkan memberikan efek tambahan pada organ tubuh lainnya. Jadi.pengobatan tergantung pada penyebab. kadar gangguan dan usia penderita. Misalnya, wanita dengan kadar PPM tinggi, mungkin tidak bisa diobati hanya dengan obat oral/tablet, terapi harus dikombinasikan dengan obat suntik. Namun, bisa juga harus dilakukan pengobatan atau operasi yang menjadi penyebabnya. misalnya kista endomecriosis atau tumor di hipotalamus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

footer widget