Club Cooee

Selasa, 26 Juli 2011

Apa Tujuan Presentasi Anda?

tags: Presentasi, Presentasi Memberi Informasi, Presentasi Membujuk, Tujuan Presentasi

Presentasi
Sebelum mempersiapkan sebuah presentasi, coba tanyakan apa yang menjadi tujuan Anda?

Setiap presentasi harus memiliki tujuan. Tanpa tujuan, Anda akan kehilangan arah.

Steven Covey dalam bukunya yang terkenal The Seven Habits of Highly Effective People menjelaskan salah satu kebiasaan manusia efektif adalah memulai sesuatu dengan menetapkan tujuan akhir yang ingin dicapai – begin with the end in mind.

Sebelum Anda membuat sesuatu, miliki gambaran besar apa yang ingin dicapai. Seorang yang ingin membangun sebuah gedung megah tentu perlu mempersiapkan gambar kerja yang jelas sebelum meletakkan batu pertama. Hal yang sama perlu Anda lakukan untuk presentasi Anda.

Sebelum Anda membuat slide, menentukan kalimat pembuka, mempersiapkan argumentasi, dan menyusun penutup yang memukau, hal pertama yang wajib Anda tanyakan adalah: “Apa sebenarnya tujuan presentasi saya?”

Jika Anda belum bisa menjawabnya, berarti Anda belum tahu apa yang ingin dicapai. Anda akan kesulitan menjadi presenter yang efektif.

Menetapkan tujuan sangat penting karena akan menentukan cara Anda memberikan presentasi.

Sebuah presentasi yang memberikan informasi harus dirancang semudah mungkin. Dengan demikian, audiens yang sama sekali belum pernah mendengar topik tersebut menjadi mengerti.

Presentasi yang bertujuan membujuk harus mampu menggugah emosi audiens. Ini bertujuan untuk mengubah sikap dan mengajak mereka melakukan sesuatu. Apakah hal itu berarti menyetujui ide Anda, membeli produk Anda, atau memberi dukungan atas apa yang telah dan akan Anda lakukan.

Secara umum ada dua tujuan utama ketika seseorang memberikan presentasi:

1. Memberi informasi (to inform)
2. Mempengaruhi (to persuade)

Presentasi untuk memberi informasi dilakukan ketika audiens belum familiar dengan topik yang dibahas. Presentasi jenis ini biasanya banyak memberikan fakta dan data agar audiens menjadi “melek” akan apa yang terjadi. Pada akhir presentasi, diharapkan audiens akan mengerti akan informasi baru yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

Presentasi untuk mempengaruhi orang lain dilakukan ketika Anda ingin audiens melakukan sesuatu. Presentasi seperti ini biasanya memiliki “call to action” yakni apa yang harus dilakukan audiens setelah selesai mendengarkan presentasi Anda. Apakah mereka akan membeli produk, menyetujui proposal, menerima ide, atau melakukan suatu tindakan.

Presentasi jenis pertama banyak dilakukan di ruang kelas ketika seorang dosen menjelaskan materi perkuliahan. Adapun jenis kedua banyak ditemukan dalam berbagai presentasi bisnis dan dunia profesional.

Lebih jauh lagi, tujuan sebuah presentasi atau pembicaraan di depan publik dapat diperluas. Richard Dowis dalam The Lost Art of the Great Speech menyebutkan ada enam tujuan ketika seseorang berbicara di depan publik:

* Menghibur
* Memotivasi
* Memberi inspirasi
* Memberi informasi
* Membujuk atau meyakinkan
* Membela

Apa yang disampaikan Richard Dowes di atas sangat relevan ketika kita menyebutkan ciri-ciri presentasi yang menarik dan efektif.

Kita suka sebuah presentasi yang mampu memberi inspirasi dan tidak sekedar memberi informasi. Kita juga kagum dengan presentasi yang mampu memotivasi tidak hanya berusaha membujuk atau meyakinkan. Dan semua orang akan senang dengan presentasi yang mampu menghibur audiensnya.

Hal inilah yang perlu dipahami seorang presenter sebelum memulai persiapan presentasinya.

Jadi sebelum memulai apapun, tetapkan dahulu tujuan presentasi Anda.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

footer widget