Club Cooee

Jumat, 23 Desember 2011

Menjadi Wanita Sempurna


Menjadi Wanita Sempurna


Wanita memang diciptakan dengan segala kelembutan yang begitu indah. Wanita juga diciptakan setingkat lebih rendah dibandingkan pria? Benarkah.. Dalam kehidupan dewasa ini banyak kita jumpai wanita-wanita yang lebih suka duduk dibelakang meja daripada harus menjadi ibu rumah tangga. Lihat saja umumnya pada banyak perusahaan, wanita lebih banyak ditemui keberadaannya daripada pria. Tak jarang pula wanitalah yang menduduki top manajemen dalam suatu perusahaan. Begitu pula dengan tingkat pendidikan yang dimilikinya, tak tanggung-tanggung banyak wanita yang memiliki tingkat pendidikan setara S2, hebat ya…

Bagaimana penilaian pria mengenai hal tersebut. Ada sebagian pria yang tidak masalah dengan hal tersebut. Bahkan ada yang menyarankan istrinya untuk tetap bekerja walaupun pendapatan suami telah mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Alasannya agar si istri tetap bisa berkembang, baik cara pemikiranya maupun tingkat pengetahuannya. Tapi ada sebagian pria yang lebih suka mempunyai istri yang cukup tinggal dirumah untuk mengurusi rumah tangga serta anak-anak mereka. Dengan alasan agar si istri akan lebih fokus pada keluarga dan anak-anak mereka. Begitu pula dengan tingkat pendidikan ada suami yang merasa nyaman saja bila memiliki istri yang lebih tinggi pendidikannya.
Tetapi sebagian juga merasa tidak nyaman.


Menjadi wanita perkasa itulah solusi tercerdas dari semua ini. Wanita yang sibuk dikantor tetapi masih bisa menjadi ibu serta istri yang baik. Wanita yang bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga. Bagaimanapun bukan kuantitas yang kita butuhkan tapi kualitas itu sendiri. Kualitas pertemuanlah yang harus titikberatkan dengan selalu menyediakan waktu beserta keluarga. Sekecil apapun waktu yang dipunyai gunakan secara maksimal untuk keluarga. So, apa salahnya menjadi wanita karier yang bisa menjadi ibu serta istri yang baik?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

footer widget